Skandal proyek Rp 320 triliun terkait Piala Dunia, FIFA akui kesalahan besar
FIFA akhirnya mengakui adanya kekeliruan dalam proses penyusunan proyek FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah rencana ambisius yang sempat disiapkan untuk membuka peluang investasi swasta pada hak komersial Piala Dunia.
Setelah menuai kritik dari berbagai pihak, proyek bernilai sekitar USD 20 miliar atau setara lebih dari Rp 320 triliun itu resmi dibatalkan.
Pengakuan tersebut disampaikan FIFA dalam pertemuan yang berlangsung di Rabat, Maroko, Rabu (6/8/2026).
Melalui pernyataan resminya, federasi sepak bola dunia itu mengakui bahwa komunikasi selama proses pembahasan proyek belum berjalan secara ideal, sehingga memunculkan kesalahpahaman di kalangan asosiasi anggota.
FIFA menegaskan sejak awal tidak pernah berniat mengesampingkan peran asosiasi anggota dalam pembahasan proyek tersebut.
Namun, organisasi yang dipimpin Gianni Infantino itu mengakui proses penyampaiannya seharusnya dilakukan dengan lebih terbuka dan terstruktur, terlebih setelah dokumen terkait proposal bocor ke media.
Sebagai bentuk tanggung jawab, FIFA juga mengirimkan surat kepada Dewan FIFA dan seluruh asosiasi anggotanya.
Dalam surat itu, organisasi tersebut menyampaikan permintaan maaf atas kekeliruan yang terjadi sekaligus berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pengambilan keputusan dan komunikasi internal.
Hasil evaluasi itu nantinya akan dipresentasikan dalam rapat Dewan FIFA berikutnya sebagai dasar untuk memperbaiki tata kelola organisasi.
Selain mengakui adanya kesalahan, FIFA menegaskan akan mengambil langkah yang lebih tegas untuk menjaga integritas organisasi.
Mereka menyatakan tidak akan mentoleransi setiap bentuk serangan terhadap reputasi, tata kelola, maupun proses pengambilan keputusan yang dijalankan sesuai aturan organisasi.
Dalam pernyataan tersebut, FIFA menekankan bahwa seluruh proses yang dilakukan selama penyusunan proyek tetap berada dalam koridor regulasi yang berlaku.
Meski demikian, pengalaman ini dinilai menjadi pelajaran penting agar sistem kerja organisasi dapat terus disempurnakan.
Pertemuan di Rabat dihadiri langsung Presiden FIFA Gianni Infantino, Sekretaris Jenderal Mattias Grafström, serta jajaran Dewan FIFA. Salah satu agenda utama rapat adalah mengevaluasi proses yang mengiringi lahir hingga dibatalkannya proposal FIFA Forward Enterprise.
Dalam kesempatan itu, jajaran pimpinan FIFA memberikan dukungan penuh kepada Infantino. Sebaliknya, Infantino juga menyatakan kepercayaannya kepada Grafström beserta seluruh administrasi FIFA yang dinilai telah bekerja maksimal dalam menjalankan berbagai program organisasi, termasuk penyelenggaraan Piala Dunia.
FIFA menilai komunikasi internal, koordinasi, serta mekanisme pengambilan keputusan masih memiliki ruang untuk ditingkatkan agar lebih efektif dan efisien.
Karena itu, evaluasi yang dilakukan tidak hanya berfokus pada proyek FFE, tetapi juga mencakup sistem kerja organisasi secara keseluruhan.
Selain membahas persoalan tersebut, FIFA turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Piala Dunia.
Menurut mereka, keberhasilan turnamen terbesar sepak bola dunia itu merupakan hasil kerja sama seluruh elemen yang mampu bekerja dalam satu visi.
Menatap agenda berikutnya, FIFA memastikan akan terus menjalankan program pengembangan sepak bola melalui FIFA Forward, yang selama ini menjadi salah satu program utama untuk membantu 211 asosiasi anggota, konfederasi, dan asosiasi regional di berbagai belahan dunia.
Melalui evaluasi menyeluruh dan komitmen memperbaiki tata kelola organisasi, FIFA berharap kepercayaan publik dan para anggotanya dapat kembali menguat.
Organisasi itu juga menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas akan menjadi fokus utama dalam setiap kebijakan strategis yang diambil pada masa mendatang.


0 Response to "Skandal proyek Rp 320 triliun terkait Piala Dunia, FIFA akui kesalahan besar"
Posting Komentar