Pasang Iklan Gratis

Kronologi siswa SMK di Samarinda meninggal dunia gegara pakai sepatu kekecilan, sempat singgung nasibnya sebagai yatim sebelum berpulang

  Seorang siswa SMK di Samarinda meninggal dunia gegara pakai sepatu kekecilan. Ia sempat singgung soal nasibnya sebagai yatim sebelum berpulang.

Nasib pilu dialami siswa SMK bernama Mandala Rizky Syahputra yang meninggal dunia setelah alami komplikasi kesehatan. Ia meninggal imbas kebiasaan pakai sepatu sekolah kekecilan.

Berikut kronologi seorang siswa SMK di Samarinda meninggal dunia gegara pakai sepatu kekecilan. Ia ternyata sempat menyinggung soal nasibnya sebagai yatim sebelum berpulang.

Mandala Rizky Syahputra (16), pelajar kelas 2 SMK, meninggal dunia pada Jumat (24/4/2026) akibat komplikasi kesehatan yang berawal dari hal sederhana, yakni sepatu sekolah yang terlalu sempit.

Di balik rumah kontrakan kayu di Jalan Tarmidi, Kelurahan Sungai Pinang Luar, tersimpan kisah haru perjuangan Mandala. Sang ibu, Ratnasari (40), mengungkapkan bahwa putranya tetap memaksakan diri untuk bersekolah dan bekerja meski kakinya mengalami pembengkakan serta kemerahan karena mengenakan sepatu ukuran 40, sementara ukuran kakinya 44.

“Setiap hari itu merah, sakit sekali. Tapi dia tetap pakai sepatu itu. Diselipkan pembungkus buah warna pink supaya tidak sakit,” ujar Ratnasari dengan nada lirih saat ditemui, dikutip dari Kompas.com.

Kondisi Mandala kian memburuk ketika ia mengikuti program magang sebagai pramuniaga di salah satu pusat perbelanjaan di Samarinda. Pekerjaan itu mengharuskannya berdiri seharian dengan sedikit kesempatan untuk beristirahat atau duduk.

Infeksi pada kakinya yang lecet akibat gesekan sepatu sempit semakin menyebar, hingga membuat nafsu makannya turun drastis dan tubuhnya menjadi sangat kurus. Ratnasari sempat membawa putranya berobat, namun tekanan ekonomi membuatnya tidak menyadari bahwa kondisi kesehatan sang anak sudah berada di titik kritis.

Mandala akhirnya meninggal dunia saat sedang tidur. Sebelum wafat, ia sempat menyampaikan keinginan sederhana yang belum mampu dipenuhi oleh ibunya.

“Dia bilang, ‘Bu, bisa tidak belikan Mandala sepatu?’ Saya bilang nanti dulu. Dia jawab, ‘Mandala lupa kalau Mandala anak yatim,’” tutur Ratnasari sambil menahan tangis.

Ketua Tim Respon Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Wilayah Kalimantan Timur, Rina Zainun, menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan. Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, ia membantah informasi awal yang menyebut Mandala meninggal murni akibat gizi buruk.

“Awalnya dikabarkan gizi buruk, tapi ternyata berawal dari sepatu yang kesempitan. Kondisi kaki yang mengalami gesekan diperparah dengan aktivitas berdiri seharian saat magang,” jelas Rina, dikutip dari TribunMedan.com.

Rina juga menyoroti kebijakan bantuan pendidikan yang dinilai belum merata. Menurutnya, bantuan perlengkapan sekolah seperti sepatu dan seragam seharusnya tidak hanya difokuskan kepada siswa baru kelas 1, tetapi juga menjangkau siswa kelas 2 dan 3 yang benar-benar membutuhkan.

“Untuk apa ada data penghasilan orangtua kalau tidak digunakan? Kematian Mandala mencederai dunia pendidikan. Ada anak meninggal karena tidak mampu membeli sepatu,” tegasnya.

Sampai saat ini, pihak RT setempat belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi keluarga Ratnasari yang hidup di bawah garis kemiskinan tersebut.

0 Response to "Kronologi siswa SMK di Samarinda meninggal dunia gegara pakai sepatu kekecilan, sempat singgung nasibnya sebagai yatim sebelum berpulang"

Posting Komentar