Pasang Iklan Gratis

Survei RPI: Mayoritas publik optimistis reformasi budaya Polri di 2026

 Hasil survei terbaru lembaga Rumah Politik Indonesia (RPI) menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia optimistis bahwa reformasi budaya Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) akan terjadi pada tahun 2026.

Direktur Eksekutif RPI Fernando Emas mengungkapkan responden optimistis karena melihat Polri konsisten melakukan transformasi, yang dapat dilihat dari dibentuknya Tim Transformasi Polri yang dibentuk oleh Kapolri, serta Polri dinilai memiliki keberanian untuk melakukan koreksi internal.

"Dapat dilihat bagaimana Polri menertibkan anggotanya yang melakukan pelanggaran. Transparansi tata kelola dan modernisasi pelayanan juga menjadi perhatian dari responden ketika melihat keseriusan Polri melakukan transformasi," tutur Fernando dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menurutnya, pandangan dan pengalaman masyarakat sebagai penerima langsung layanan kepolisian merupakan indikator penting untuk menilai perubahan budaya tersebut dirasakan, diterima, dan dianggap berkelanjutan.

Adapun dari hasil survei bertajuk Survei Nasional Optimisme Publik terhadap Transformasi Budaya Polri yang dirilis di Jakarta, Senin (12/1), sebanyak 76,2 persen mengaku optimistis (cukup optimis/optimis/sangat optimis) transformasi Polri terjadi di tahun 2026.

Sementara itu, sebesar 19,9 persen responden menjawab kurang optimistis dan sebesar 3,9 persen responden menilai tidak tahu atau memilih untuk tidak menjawab.

Mayoritas publik atau sekitar 67,8 persen, lanjut Fernando juga mengakui optimistis Polri bakal memiliki keberanian mengoreksi internal di Tahun 2026.

Lalu, sebanyak 22,2 persen responden menjawab kurang optimistis soal keberanian Polri dan sebesar 10 persen responden menilai tidak tahu atau memilih untuk tidak menjawab.

Selain itu, dia menyampaikan survei RPI juga menunjukkan berbagai fakta positif soal langkah Polri pada tahun 2026, yakni sebanyak 72,2 persen publik optimistis akan terjadi pergeseran signifikan budaya militeristik ke civilian policing (kepolisian sipil) dalam Polri serta sebanyak 69,2 persen publik optimistis Polri berorientasi pada pelayanan publik, bukan kekuasaan.

Kemudian, sebanyak 75,9 persen publik optimistis kepemimpinan Polri akan menjadi teladan dan panutan serta sebanyak 65,6 persen publik optimistis Polri responsif terhadap penanganan kejahatan siber, transnasional, dan kejahatan modern selama ini.

"Kami juga menemukan mayoritas publik optimis Polri akan mampu melakukan penguatan community policing di tahun 2026, yakni sebanyak 73,1 persen yang optimistis, sedangkan sebesar 17,5 persen publik menjawab kurang optimistis dan sebesar 9,4 persen responden menilai tidak tahu atau memilih untuk tidak menjawab," ungkap dia.

Fernado menilai model kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dengan agenda PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan), telah menempatkan transformasi budaya organisasi sebagai fondasi utama serta melengkapi reformasi struktural dan operasional, guna membangun Polri yang profesional, modern, dan dipercaya masyarakat.

Meski begitu, kata dia, perlu bagi Polri untuk melakukan perbaikan pada penerapan hukum dalam menentukan waktu penanganan perkara agar masyarakat semakin percaya dan optimistis terkait dengan transformasi Polri.

Survei RPI dilakukan pada 2-9 Januari 2026 terhadap masyarakat di atas 17 tahun dan berasal dari 30 provinsi di Indonesia. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada riset berupa multistage random sampling atau pengambilan sampel acak bertingkat.

Metode tersebut cocok untuk populasi besar dan tersebar secara geografis, di mana populasi dibagi menjadi beberapa tingkatan atau klaster, lalu sampel dipilih secara acak dari setiap klaster secara bertahap.

Berbagai tahap itu bisa berupa pembagian dari provinsi ke kota, lalu ke tingkat desa atau Rukun Tetangga (RT), dan seterusnya, hingga mencapai unit individu yang akan disurvei.

Berdasarkan teknik pengambilan sampel tersebut, sampel berasal dari 30 provinsi di Indonesia yang terdistribusi secara proporsional. Jumlah sampel yang di peroleh sebanyak 1.200 responden, sementara tingkat kesalahan atau margin of error dari ukuran sampel sebesar 2,8 persen pada tingkat kepercayaan ± 95 persen.

0 Response to "Survei RPI: Mayoritas publik optimistis reformasi budaya Polri di 2026"

Posting Komentar